Text
KONDISI MENTAL LANSIA JEPANG SELAMA PANDEMI COVID-19 DAN KAITANNYA DENGAN FENOMENA KODOKUSHI
Fenomena Kodokushi di Jepang khususnya di kalangan lansia semakin meningkat dengan dampak signifikan terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama penyebab kodokushi melalui pendekatan kualitatif deskriptif serta mengaitkan temuan dengan Teori Kebutuhan Manusia Maslow. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kodokushi terkait erat dengan isolasi sosial, perubahan struktur keluarga dan kesulitan ekonomi yang dihadapi lansia. Banyak lansia yang hidup sendirian tanpa dukungan sosial yang memadai, berkontribusi terhadap perasaan kesepian, depresi dan penurunan kesehatan fisik. Data kuesioner menegaskan bahwa masyarakat semakin sadar akan tingginya jumlah kodokushi dan dampaknya terhadap lansia dengan perbandingan data menunjukkan peningkatan kasus dari 3.882 pada 2018 menjadi 4.188 pada 2020 setelah Pandemi COVID-19. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kodokushi bukan hanya fenomena individu, tetapi merupakan masalah sosial yang dipengaruhi oleh faktor budaya dan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dan memperkuat sistem dukungan sosial guna mencegah peningkatan kasus kodokushi di masa depan.
Dosen Pembimbing : Metty Suwandany, S.S., M.Pd.
| skr 2526.31 | 614.4 PER k | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain