Text
IMPLEMENTASI BUDAYA OMOIYARI DALAM DRAMA KOTARO WA HITORIGURASHI : LIVE ACTION (2021) KARYA RIN ETO
Hal yang menarik dari Jepang adalah budaya empati dan kepedulian (omoiyari) yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang terutama dalam drama Kotaro wa Hitori Gurashi: Live Action. Budaya omoiyari adalah sikap empati yang mendalam di mana seseorang menunjukkan kepedulian terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Drama Kotaro wa Hitori Gurashi: Live Action menceritakan anak kecil yang berumur 5 tahun dipanggil Kotaro tetapi memutuskan tinggal dan hidup sendiri di apartemen. Kotaro menyebabnya adanya beberapa konflik dengan karakter lainnya karena sifatnya yang terlalu jujur dan masih ke kanak-kanakan. Namun, karakter di sekitarnya yang semula membenci dan tidak suka padanya, mereka kemudian mengimplementasikan omoiyari karena merasa iba dengan keadaan Kotaro yang tidak mempunyai orang tua. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini akan menganalisa perbedaan karakter tokoh dalam drama dan implementasi omoiyari yang tercermin kepada tokoh Kotaro yang tinggal sendiri. Hasil penelitian yaitu implementasi berupa 3 data dorongan semangat, 7 data bantuan, dan 3 data dorongan. Tokoh utama / protagonis adalah Kotaro Sato, Shin Karino, dan Mizuki Akimoto. Sedangkan, tokoh tambahan / antagonis adalah Isamu Tamaru, Keisuke Hanawa, dan Akane.
Dosen Pembimbing I Kun Makhsusy Permatasari, M.Pd Dosen Pembimbing II Dr. Robihim, M.M"
| skr 2526.49 | 306.095 2 ANA i | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain