Text
Tingkat Sexless Pada Era Pandemi Covid 19 Dan Dampaknya Terhadap Kelahiran Di Jepang Tahun 2020-2023
Sebelum masa pandemi yaitu tahun 2019, sexless di Jepang terus mengalami peningkatan, tetapi pada awal masa pandemi tahun 2021 sexless di Jepang sempat menurun dan angka sexless meningkat lagi di akhir pandemi yaitu tahun 2022 dan 2023. Meskipun ada satu kali penurunan angka sexless pada masa pandemi, tetapi hal ini tidak mengubah angka kelahiran anak yang terus menurun. Sexless merupakan kondisi di mana tidak adanya hubungan seksual oleh pasangan selama lebih dari satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab sexless, dampak sexless terhadap tingkat kelahiran dan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang dalam menghadapi sexless di Jepang pada Era Pandemi COVID-19 tahun 2020-2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya sexless pada Era Pandemi COVID-19. Yang paling utama adalah kelelahan akibat pekerjaan dengan jam kerja panjang, stres, beban pengasuhan anak dan tanggung jawab rumah tangga dan lain-lain. Sexless memiliki dampak besar terhadap penurunan angka kelahiran di Jepang terutama pada tahun 2020-2023. Sebagai upaya mengatasinya, Pemerintah Jepang telah membuat program seperti cuti kerja bagi orang tua, bantuan keuangan untuk pasangan menikah, subsidi pengasuhan anak dan program perjodohan berbasis teknologi. Namun, upaya ini masih belum efektif dalam meningkatkan angka kelahiran di Jepang.
Dosen Pembimbing I Zainur Fitri, M.Pd. Dosen Pembimbing II Juariah, M.A.
| skr 2526.21 | 304.6 CLA t | UPT Perpustakaan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain