Text
Riwayat Dan Perayaan Dewi Guan Yin Di Klenteng Wan Jie Si
Klenteng Wan Jie Si terletak di Jalan Lautze No. 38. Jakarta. Klenteng ini dahulu dikenal sebagai Klenteng Gunung Sahari. Klenteng Sentiong (Klenteng Kuburan Batu) atau Klenteng Wan Jie Si memiliki sejarah yang unik. Pada tahun 1736 Frederick Julius Coyett, seorang anggota dewan Hindia, mendirikan sebuah rumah peristirahatan dalam taman luas di luar kota. Rumah ini dibangun di sisi barat jalan raya ke selatan yang kini disebut Jalan Gunung Sahari. 1 la seorang pengagum patung-patung Hindu. 2 la memasang beberapa patung Hindu pada tembok rumah barunya dan tempat lain di dalam kebunnya yang luas. Patung-patung ini berperan penting dalam sejarah masa depan rumah tersebut. Di hari terakhir hidupnya la mewariskan rumahnya kepada istrinya. Rumah ini akhimya dijual oleh istrinya sebelum dia meninggal. Kemudian rumah ini berganti-ganti pemilik. Pada tahun 1888 rumah ini menjadi milik resmi Gong Guan atau "Dewan Orang-orang Cina". Dua segi klenteng ini perlu diperhatikan. Klenteng ini semula dibangun sebagai peristirahatan Belanda dan kini Dewa-dewa disembah di dalamnya. Karena rumah peristirahatan Belanda ini menjadi klenteng pada akhirabad ke-18, tiada lagi barang-barang antik, selain patung-patung tersebut yang mungkin berasal dari abad ke-8 atau ke-10, Fungsi dari Klenteng Wan Jie Si adalah sebagai tempat sembahyang khusus agama Budha dan sembahyang kepada Dewi Guan Yin. Di klenteng ini juga diadakan upacara-upacara ritual agama Budha secara rutin setiap bulannya. Akan tetapi, Perayaan-perayaan yang paling penting dan utama adalah perayaan Dewi Guan Yin.
(Pembimbing : Priyanto Wibowo)
| skr00388 | 292.38 NAT r | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain